05 July 2020

Kunjungan ke Pondok Pesantren Al-Basyariyah Cigondewah


Kunjungan ke Pondok Pesantren Al-Basyariyah Cigondewah
Hari Kamis lalu adalah hari yang sangat dinanti-nantikan oleh adik saya, Nisa. Bukan karena ulang tahun. Bukan pula karena masuk SMP Negeri yang diidam-idamkan semua orang. Tapi, karena dia akan tinggal di pesantren.

Sejak sebulan yang lalu, Nisa benar-benar terus menghitung tinggal berapa hari lagi ia akan pergi ke pesantren. Bahkan, tidak hanya hari. Tapi juga jamnya. Dua puluh empat dikali berapa hari lagi dia akan pergi ke pesantren. Haha.

Hal yang lucu memang. Sekaligus langka. Karena biasanya, jarang sekali ada orang yang benar-benar niat untuk mesantren. Dan rata-rata, malah terpaksa mesantren karena perintah orang tuanya. Walaupun, pada akhirnya si anak jadi betah juga di pesantren.

Omong-omong soal Nisa yang pengen banget tinggal di pesantren, pada kesempatan kali ini saya ingin membicarakan pondok pesantren yang sangat-sangat diminati sekaligus menjadi ‘tempat tinggal sementara’ Nisa. Yaitu Pondok Pesantren Al-Basyariyah.

Untuk kamu yang belum tahu, Pondok Pesantren Al-Basyariyah ini adalah salah satu pondok pesantren modern di Kota Bandung yang didirikan oleh Buya Drs. KH. Saeful Azhar. Memiliki asrama dan sekolah dalam satu yayasan, sehingga sekolahnya jelas saja bukan negeri. Namun, Pondok Pesantren Al-Basyariyah dan sekolahnya ini tentu saja memiliki keunggulan tersendiri. Diantaranya adalah penggunaan Bahasa Indonesia, Arab dan Inggris dalam kesehariannya. Sehingga para santri tidak hanya belajar agama saja disini, tapi juga ditambah wawasan bahasanya.

Jauh sebelum Nisa berminat untuk mesantren di Al-Basyariyah, sebenarnya pesantren ini sempat menjadi pilihan kedua saya ketika lulus MTs di Cirebon. Tapi sayangnya, saya belum ditakdirkan untuk mesantren di Al-Basyariyah. Dikarenakan saya masih cukup betah di pesantren lama yang saya tempati. Walaupun, pesantrennya tidak sebesar dan tidak semodern Pondok Pesantren Al-Basyariyah.

Dikatakan besar, Pondok Pesantren Al-Basyariyah ini memang sangat besar. Tapi cukup standar untuk menampung lebih dari 3000 santri putra dan putri yang menuntut ilmu disana. Karena kabarnya, Pondok Pesantren Al-Basyariyah ini membuka kuota pendaftaran santri hingga 600 santri baik untuk putra maupun putri per angkatannya. Sehingga tak heran jika bangunan Pondok Pesantren Al-Basyariyah terlihat begitu besar.

Setelah bangunannya, hal yang sangat diperhatikan di sebuah pondok pesantren adalah kamar santri. Dimana kamar santri ini juga bisa jadi salah satu faktor penentu dalam memilih pondok pesantren. Apakah kamarnya luas atau tidak. Apakah tidur di kasur lantai atau tidak. Lemari harus beli sendiri atau tidak. Dan faktor penentu lainnya. Sedangkan jika dilihat dari kamar yang Nisa tempati, kamarnya memang cukup luas. Bahkan kabarnya hanya ditempati kurang dari 30 santri. Sedangkan untuk tempat tidur, disediakan kasur lantai yang cukup tebal. Namun, calon santri masih perlu membawa bantal juga selimut sendiri. Setidaknya, ini bisa membuat tidur sedikit lebih nyaman.

Untuk menyimpan barang bawaan berupa baju, buku dan sejenisnya, seorang santri akan difasilitasi Lemari yang cukup besar. Dengan dua pintu, meski tak sebesar pintu dua lemari yang ada di rumah. Jadi jangan heran jika calon santri disarankan untuk membawa 3 lusin buku. Ternyata difasilitasi lemari yang cukup besar juga toh. Hehe.

Selain kamar yang nyaman, keberadaan kamar mandi para santri juga perlu diperhatikan. Dan beruntungnya, ponpes Al-Basyariyah ini ternyata memiliki kamar mandi di setiap lantai tingkatnya. Sehingga santri tidak perlu naik-turun tangga hanya untuk buang air.

Beralih dari kamar tidur dan kamar mandi, saya juga melihat adanya koperasi dan toko kitab yang berada di sekitar lapangan yang bisa kamu temui begitu memasuki kawasan Al-Basyariyah melalui gerbang 3. Sedangkan kantin, bisa kamu jumpai disamping gedung asrama putri.

Terlepas dari semua itu, sebenarnya masih ada banyak lagi fasilitas yang ada di Pondok Pesantren Al-Basyariyah. Namun, saya pun tidak bisa menjelaskannya disini satu per satu. Karena saya sendiri belum mengetahui secara detail semua fasilitas yang ada di Pondok Pesantren Al-Basyariyah. Berhubung saat itu pun saya hanya berkunjung untuk mengantar adik saya dan tidak memiliki waktu yang cukup banyak karena pihak pesantren membatasi waktu pengantaran calon santri bagi orang tua dan keluarga.
Jika kamu ingin tahu lebih lanjut tentang Pondok Pesantren Al-Basyariyah, kamu bisa mengunjungi website Al-Basyariyah.

Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: