06 July 2024

Perpustakaan Batu Api, Perpustakaan Favorit Mahasiswa Bandung Timur dan Jatinangor

Perpustakaan Batu Api

Mahasiswa semester akhir, biasanya sibuk mencari referensi untuk mendukung tugas akhirnya. Sekarang ini, bisa dibilang, cukup mudah untuk mendapat referensi yang menyangkut mata kuliah. Di online, kita bisa menemukan referensi melalui jurnal, ebook di Play Book, ebook di ipusnas, atau di perpustakaan online masing-masing kampus. Sedangkan di offline, kita bisa menemukan referensi melalui perpustakaan-perpustakaan di sekitar tempat tinggal atau kampus.

Nah, jika kamu adalah mahasiswa di kampus Bandung Timur atau sekitar Sumedang, ada satu perpustakaan kecil yang bisa jadi incaran kamu untuk mendapatkan referensi. Ialah Perpustakan Batu Api, yang berlokasi di Jalan Pramoedya Ananta Toer 142A, Jatinangor, Sumedang.

Letak perpustakaan ini sangat dekat dengan Jatoz (Jatinangor Town Square) yang berada di pinggir jalan raya. Untuk ke perpustakaan ini, hanya terhalang oleh satu toko buku dari Jatoz. Jadi bisa dibilang, perpustakaan ini sangat bisa diakses oleh pengendara sepeda motor maupun pengguna angkutan umum.

Sekilas, perpustakaan ini tampak seperti bangunan rumah biasa. Tak heran, banyak orang yang tak menyadarinya bahwa bangunan tersebut adalah sebuah perpustakaan. Tapi jika kamu adalah orang yang suka memperhatikan bangunan sekitar, mungkin kamu akan menyadari adanya tulisan “Perpustakan Batu Api” di balik pagar bangunan tersebut ketika melewatinya.

Baca juga: Museum Gedung Sate, Wisata Sejarah di Kota Kembang

Tampak Depan Perpustakaan Batu Api

Untuk memasuki perpustakaan ini, kita tidak harus membayar biaya apapun. Kita bisa langsung masuk dan memilih buku mana yang akan dibaca. Namun, kita tidak boleh memfoto isi buku sembarangan. Jika ingin memfoto isi buku, maka kita harus bayar Rp500 per halamannya kepada penjaga perpustaakaan tersebut, Pak Anton.

Jika ingin membaca buku di perpustakaannya, kita bisa membaca di dalam ruangannya ataupun di teras perpustakaan. Teras perpustakaan tersebut serupa dengan teras rumah untuk menyambut tamu. Terdapat sofa, meja, dan sebuah papan putih bertuliskan “PERPUSTAKAAN BATOE API”.

Teras Perpustakaan

Namun, bangunan perpustakan tersebut tidak terlalu luas untuk menampung banyak pengunjung. Oleh karenanya, pengunjung tidak disarankan untuk mengerjakan tugas di perpustakaan. Sebagai gantinya, pengunjung bisa memfoto isi buku dengan membayar Rp500 per halaman atau meminjam buku dengan membayar Rp5000 untuk satu pekan.

Sebelum diperbolehkan meminjam buku, pengunjung harus mendaftar sebagai anggota perpustakaan terlebih dulu. Untuk mendaftar sebagai anggota, kita harus mengisi formulir pendaftaran anggota dan membayar sebesar Rp20.000. Setelah terdaftar, kita akan diberikan kartu keanggotaan. Ini adalah kartu anggotaku di Batu Api. Di sini, tercatat bahwa aku adalah anggota yang ke 16.830 di perpustakaan ini.

Sebenarnya, tak heran juga ketika mengetahui bahwa aku adalah anggota yang kesekian ribu. Karena rupanya, Perpustakaan Batu Api ini telah berdiri sejak tahun 1999. Tepatnya, di tanggal 1 April. Jadi tahun ini, Batu Api tepat telah berusia 25 tahun.

Meski memiliki bangunan yang tidak terlalu luas, tetapi buku yang dikoleksi di perpustakaan ini sangat banyak, lo. Banyak jenis buku yang dikoleksi di sini, mulai dari buku fiksi hingga nonfiksi, seperti sejarah, seni, budaya, bahasa, hingga teori, dengan berbagai bidang ilmu pengetahuan. Tak heran, banyak mahasiswa yang mampir ke perpustakaan ini untuk menambah sumber bacaannya.

Jika kamu ingin ke sini, silakan datang di hari Senin – Sabtu pukul 10 pagi hingga 6 sore. Jangan lupa, ajak juga temanmu untuk ke sini.




Latest
Next Post

post written by:

0 Comments: